SIM YANG TIDAK JADI DIPERPANJANG


            Saat bulan februari baru bergulir, bapaku tak bosan bosan selalu mengingatkan agar “De jangan lupa perpanjang sim, biar kamunya tenang mening dari sekarang-sekarang. Abis masanya kan pertengahan bulan maret.” Beberapa kali bapaku berkata seperti itu, aku juga tak bosan untuk mengiyakan dan menunggu waktu yang tepat untuk izin dari pekerjaan dengan alasan perpanjang sim. Dan saat senin kemarin tepat pada tanggal 10 februari aku baru ingat, bahwa hari jumat tanggal 14 februarinya aku akan izin dengan alasan main band. Pada saat itu juga aku langsung bergegas whatsapp bapaku (karena saat itu saya sedang bekerja) “Pa, hari jumat aku mau izin gaakan kerja, karena mau main band abis jumatan, terus paginya ada waktu untuk perpanjang sim.”
                Hari kamis tanggal 13 februari saat aku pulang uts dan bisa pulang cepat kerumah, aku dan bapa semalaman berbincang mengenai hal perpanjang sim esok hari yg akan aku lakukan, membahas biayanya, syarat syarat yg harus dilengkapi dan lokasi/tempat dimana aku ingin melakukan perpanjang sim. Mengenai syarat saat perpanjangan, aku harus membawa ktp asli dan sim asli beserta fotocopy-an nya, ditambah membawa surat kesehatan. Posisi waktu kamis malam tersebut aku masih belum memliki surat kesehatan, dan untuk fotocopy sim dan ktp besok pagi pun sebentar, tidak memakan waktu tepatnya. Saat aku bilang mengenai surat kesehatan, kakaku yg kedua tibatiba memotong pembicaraan kami berdua dan menyarankan melakukan perpanjangan sim di BTC, karena disana bisa sekalian cek kesehatan. “Wah enak sih kalo diBTC soalnya deket.” Ucapku. Tapi sebelumnya aku ingin memastikan dulu digoogle, setelah aku search ternyata perpanjangan sim diBTC sudah tidak beroperasi lagi sejak 6 bulan yg lalu. “Kalo ke polrestabes langsung aja gimana? Disana bisa cek kesahatan juga? Soalnya aku pengen sekalian ada cek kesehatan, kalo harus ke puskesmas dulu makin lama (ditambah abis jumatan harus langsung ke venue untuk main band).” Bapa dan kakaku yg kedua bersamaan menjawab “Tidak tau”
                Aku coba searching kembali dan baru ingat bahwa ada yg namanya “SIM Keliling” disana memang bisa sekalian cek kesahatan, tetapi kakaku yg pertama pernah bilang jika sim keliling itu suka dikuota. Jadwal sim keliling tanggal 14 februari ada diLucky Square jalan antapani, oke saya sudah mantap dengan tempatnya dan semoga besok pukul 9 pagi masih kosong. Hari jumat pun tiba, pukul 8 aku masih belum siap, karena masih mempersiapkan alat alat untuk ngeband siang nanti. Jam 9 kurang 5 menit aku baru berangkat dan tak lupa menyempatkan untuk fotocopy ktp dan sim terlebih dahulu, beberapa menit beres aku langsung tancap gas pergi ke lucky square dan berharap disana tidak ada antrian, kalau adapun hanya beberapa orang saja. Tiba disana pukul 9 lebih 20 menit, saat aku melihat dari luar pun “Waduh! Antriannya panjang bener. Terus belum ada orang yg mulai dilayani (Terlihat pintu bisnya masih tertutup).” Aku masih melihat dari luar dan belum memarkirkan motor kedalam mal, coba menunggu sampai tak terasa 20 menit berlalu antrian tersebut belum berkurang. Aku tidak tahu ada apa sampai-sampai mereka masih belum dilayani, aku juga tidak menyempatkan turun dan bertanya kepada orang orang yg disana karena pikirku pasti ini gaakan beres cepet, pikiranku dilema. Antara harus mengurus sim yg tidak tahu kepastian beresnya dan brifing untuk main band badha jumatan. Pukul 9.50 aku bergegas pulang kerumah, tapi saat sampai jalan wastukencana aku mampir sebentar kerumah temanku (drummer). Tadinya aku cuman ingin bangunin dia saja terus nyuruh hafalin setlist, tetapi diselasela obrolan itu dia nanya “Barusan abis dari mana?” lalu aku menjawab “Tadinya mau ngurus perpanjang sim cuman liat antriannya panjang banget. Aku takut gakeburu ntar main mana bentar lagi jumatan.” Temanku membalas lagi “Sof kalo mau ngurus sim mah emang engga sebentar, kalo mau dilayani awal awal pun kamu harus dateng lebih pagi dari yang lain. Apalagi mau ngurusnya di SIM keliling.”
                Setelah bertemu temanku, rasanya tidak sia-sia juga sih niat awalnya cuman mau bangunin, malah kena ceramah soal perpanjang sim. Intinya jika mau mengurus sesuatu yang sifatnya umum katakanlah perpanjang sim, kita harus emang harus siap segala syaratnya dan jangan membayangkan bahwa prosesnya sebentar :D karena yang mau mengurus hal itu bukan kamu aja. Terus waktu kamu harus banyak, paitpaitnya jika memang kamu dilayani nya ngaret kamu tidak terburu-buru. Dan sekarang sudah hari sabtu, aku harus mencari hari lagi untuk perpanjang sim dan syukur-syukur tempatnya dekat rumah.

0 comments:

Post a Comment