23 November 2019
masih menjadi momen yang sangat berkesan sekali bagiku. Akhirnya aku bisa
menonton band yang sangat mempengaruhi musikalitasku sendiri, yaitu Eyehategod.
Band ini begitu saya sukai sebab genre yang ia bawakan jarang sekali didengar
seperti genre metal lainnya. Gosip eyehategod melakukan tur ke Indonesia memang
sudah ramai pada saat 2018, namun mungkin pada saat itu sang promotor belum
bisa membawa band tersebut. Dan pada 2019, saat itu melihat flyernya untuk pertama
kali adalah tidak percaya. “Beneran nih?”, aku langsung menyebarkan flyer
tersebut kepada teman-teman. Mereka pun sama hebohnya saat melihat postingan
tersebut diakun Maternal Disaster. Tanpa pikir panjang besoknya aku langsung ke
Maternal untuk membeli tiketnya seharga 150rb. Bagiku untuk tiket terbilang
cukup murah, sebab bayangkan bila kita sengaja menonton mereka untuk pergi
keluar negeri, aku harus nabung dulu untuk menontonnya.
Melihatnya diyoutube saja, aku
tidak bosan karena energi dan amarah mereka sangat sampai bagiku, yang
menyukainya. Aku tak sabar untuk segera berada tepat didepan panggung, sing a
long menyanyikan setiap bait liriknya sambil headbang dengan riff bluesnya. Tak
pernah terbayangkan kerjadian ini akan kualami. Melihat eyehategod untuk
pertama kalinya bisa mengobati rasa kesedihan mendalamku yang lain, karena
diatas eyehategod masih ada satu band yang bagiku wajib ditonton sekali tetapi
pada tahun 2017 mereka menyatakan untuk bubar. Band ini merupakan fenomena big
band bagi dunia musik, bisa dibilang big bang sebab band ini adalah pioni heavy
metal. Band ini bernama Black Sabbath. Eyehategod mengobati kesedihanku itu
karena kiblat musik mereka mengarah ke Sabbath, semua band turunannya yang aku
suka kebanyakan memang sangat menyembah Sabbath, mereka adalah paduan dalam
bermusik yang mencetuskan terbentuknya genre seperti doom, stoner, dan sludge.
Lagu favorit eyehategod banyak
sekali, hamper semuanya aku suka. Namun ada beberapa yang paling sering aku
dengar dan mainkan juga, yang pertama adalah Agitation! Propaganda! Lagu itu
yang membuat aku dan band memilih bergenre sludge sama sepertinya, dan aku
sering membawakan lagu tersebut ketika main. Kedua adalah Depress karena aku
suka emosi serta ledakan setiap riff demi riff bergantian menghujam telingaku.
Ketiga mungkin favorit semua orang juga, yaitu single New Orleans Is The New
Vietnam, boleh dikatakan Jimmy Bower selaku gitaris dan penulis riff gitar ini
diberi applause yang tak habis-habis. Dia bisa menciptakan image sludge dengan
riff yang groovy, tidak terlalu kelam nuansanya, terlihat lebih mudah
didengarkan. Menurutkan untuk kalian yang ingin masuk untuk mendalami music
sludge, bab pertama bagi kalian yang ingin mendengarkan atau mencicipi sludge
yang ringan, mungkin lagu ini bisa kalian dengarkan terlebih dahulu. Lagu ini
seperti lagu Highway to hell nya ACDC atau 21st Century Digital
Boynya Bad Religion, oh man! Lagu ini sangat fantastik!. Pertunjukan Eyehategod
23 November 2019 bertempat diIFI ini tak akan pernah kulupakan, usia mereka
sudah uzur, jika diIndonesia mungkin terlihat tabu melihat band dengan personil
tua dan memainkan musik yang tidak lazim. Tapi ya itulah Eyehategod. Melakukan
rangkaian tur kebanyak kota dan tidak pernah letih untuk melakukan itu. Sebuah
transfer energy yang sangat berguna untukku, dampaknya aku semakin bersemangat
dalam bermusik. Fuck You EHG, Love You Guys!
0 comments:
Post a Comment