Pada blog ke 14 ini, aku akan meceritakan bagaiman proses serta bagaimana aku mencari sebuah cerita yang layak ditulis dalam tugas blog ini. Pertama aku mendapatkan tugas oleh Pak Farie untuk membuat blog sebanyak 14 cerita dalam waktu 14 hari ini. Langsung bingung untuk mengatur waktu dalam mengerjakannya. Ohiya Pak Farie membuat rules untuk tugas ini, saat membuat blog ini aku harus menciptakan sebuah cerita sesuai pengalaman yang kalian rasakan sehari-hari, pengalaman yang kalian bias lihat, rasakan dan dengarkan. Mendengar itu membuatku merasa tenang sedikit, karena pengalaman itu kan pasti banyak, setiap hari banyak pengalam baru, atau kita bias menceritakan pengalaman dahulu kita supaya lebih mudah. Namun saat mulai ingin membuat blog pertama, aku mempunyai standar sendiri dalam menulis blog, walaupun pengalaman itu banyak. Tetapi tidak semuanya layak dibagikan pada blog tersebut. Minimal dalam blog yang kubuat harus ada info atau pelajaran yang disampaikan pada akhirnya.
Blog yang kubuat sebenarnya 80% adalah pengalaman yang masih fresh kulakukan, sisanya adalah pengalaman-pengalaman duluku yang menururku menarik untuk dibagikan. Sebagian besar tema nya adalah mengenai musik dan pekerjaan. Yang lainnya adalah tentang hal umum namun menarik. Jika memang pengalaman itu menarik dan berkesan, tentunya aku sangat mudah menuangkan pengalaman tersebut dalam bentuk cerita. Aku sangat enjoy dalam membuat setiap kata perkata, kalimat perkalimat. Literaturku sebetulnya masih sangat minim, untuk membaca buku saja aku tidak terlalu sering banget. Paling aku sering membaca dalam blog orang lain atau artikel. Sebagian besar mengenai musik dan sejarahnya. Artikel mengenai musik selalu menarik buatku. Aku selalu ingin tahu bagaimana sebuah genre itu dibuat pada asalnya, bagaimana genre metal itu sekarang makin banyak turunannya. Hal-hal seperti itu yang sering aku lakukan semenjak SMP kelas 8 sampai sekarnag ini. Mungkin bedanya jika sekarang aku sudah kerja, intensitas membaca hal berbau musik masih dilakukan namun waktunya lebih berkurang saja. Dulu saat masih sekolah dan jam pelajaran sudah beres, waktu dirumah itu aku habiskan untuk mendengarkan musik dan membaca artikel mengenai itu. Karena hal itu, cara aku menulis teradaptasi oleh bagaimana beberapa majalah musik atau situs musik metal membuat berita, review band, dan lagu.
Pada bagian penutup ini tidak akan terlalu epic sih nampaknya, aku bingung untuk membuat pelajaran atau hal apa yang bias pembaca ambil ilmunya saat melihat blog ini. Intinya bulan ini, prioritasku adalah tugas ini. Aku semakin tidak sabar menyelesaikan tugas ini dengan beberapa kalimat lagi dan langsung mulai mengerjakan tugasku pada matkul lain hahahaha. Mungkin jika aku tidak dipush dengan banyaknya tugas, aku akan menyelesaikan tugas blog ini dengan berleha-leha. Tergantung masing-masing orang sih, tp menurutku jika kita dipush malah semakin tertantang dan membuktikan bahwa kita sanggup untuk menghadapinya


         Rutinnya sih aktifitas aku adalah bekerja dan kuliah saat weekday dan main, latihan atau pacaran hahahaha, pada waktu weekend. Karena jadwal kerja aku office hour, yang sebenernya enak banget sih, sabtu minggu libur 2 hari. Cuman kayanya kurang gitu, aku butuh nambah satu hari lagi buat istirahatL. Energiku terkuras selama 5 hari, pergi pukul 7.15 karena masuk kerja pukul 8. Pulang dikantor pukul 17.10 langsung bergegas pergi ke kampus LP3I. Efektik mulai pelajaran berlangsung sehabis maghrib, beres kuliah pulang jam 20.40 umumnya. Tapi kalo paling cepet sekitaran jam 20.00 udah beres tuh kegiatan belajar mengajar. Sampe rumah seringnya sih jam 21.00. Wah kalo udah sampe kamar, langsung pengen rebahan dulu aja pokoknya. Padahal pulang itu membawa deadline tugas kampus dan yang lainnya. Rasanya pengen cepet lulus banget, waktuku untuk tamat menyelesaikan D3 masih tersisa 1 tahunan lagi. Bentar kan kalo waktu setahun mah? Biasanya waktu terasa sebentar kalo emang waktu/momen itu kita nikmati. Jadi intinya, ayo nikmati sof masa-masa kuliah ini!
             Aktifitas pada hari sabtu biasanya sih, sepedahan dipagi hari, atau latihan disore hari, nonton gigs dimalam hari, atau bertemu kekasih untuk bersua. Untuk aktifitas maintenance-nya paling cuci motor, sepatu, pakaian yahhh yang gitu-gitu deh. Gaada jam istirahatnya juga sih sabtu minggu, aku manfaatin buat produktif aja deh, sayang banget waktunya buat rebahanmah. Kecuali, pada hari jumatnya kondisi badan aku sudah engga fit. Mungkin akan mengonsongkan semua jadwal dengan ya istirahat, biar pulih. Karena pada hari senin aku punya suatu tanggung jawab yaitu pekerjaan. Sepintas aku sering bosan dengan rutinitas yang berulang terus ini, aktifitas pada weekday tentunya yang paling membuatku jengah hahaha aduh tapi aku butuh sebenernya pekerjaan ini. Aktifitas weekend juga terkadang buatku bosan, gini-gini mulu ya hari liburnya. Tapia da beberapa aktifitas weekend yang tidak tiap minggu dilakukan yang membuatku semangat. Diantaranya jika ada gigs, ada jadwal ngeband, atau teman lama datang ke Bandung untuk bertemu dan ngobrol. 3 aktifitas itu seru banget karena bertemu teman-teman.
               Itulah rangkaian aktifitas rutinku dalam seminggu yang mungkin sangat biasa banget sih ya, aktifitas ini mungkin sama dengan beberapa orang seusiaku. Tumbuh dilingkungan pecinta musik underground yang tak lupa mengejar karir karena kami adalah kelas pekerja hahahaha. Dilain hari atau saat aku tua, mungkin aku akan kangen masa-masa ini. Masa-masa bagaimana waktu sangat terbatas dengan semua tuntutan dari berbagai hal. Harusnya aku bisa menghargai ini sebelum menyesal nanti diakhir. Ya, baiklah jika memang itu yang patut dilakukan. Setelah menulis blog ini aku akan lebih mencintai semua aktifitas yang aku lakukan. Segala perbuatan yang dilakukan setiap harinya semoga menjadi baik untukku dan lingkungan sekitarku. Amin.


       23 November 2019 masih menjadi momen yang sangat berkesan sekali bagiku. Akhirnya aku bisa menonton band yang sangat mempengaruhi musikalitasku sendiri, yaitu Eyehategod. Band ini begitu saya sukai sebab genre yang ia bawakan jarang sekali didengar seperti genre metal lainnya. Gosip eyehategod melakukan tur ke Indonesia memang sudah ramai pada saat 2018, namun mungkin pada saat itu sang promotor belum bisa membawa band tersebut. Dan pada 2019, saat itu melihat flyernya untuk pertama kali adalah tidak percaya. “Beneran nih?”, aku langsung menyebarkan flyer tersebut kepada teman-teman. Mereka pun sama hebohnya saat melihat postingan tersebut diakun Maternal Disaster. Tanpa pikir panjang besoknya aku langsung ke Maternal untuk membeli tiketnya seharga 150rb. Bagiku untuk tiket terbilang cukup murah, sebab bayangkan bila kita sengaja menonton mereka untuk pergi keluar negeri, aku harus nabung dulu untuk menontonnya.
       Melihatnya diyoutube saja, aku tidak bosan karena energi dan amarah mereka sangat sampai bagiku, yang menyukainya. Aku tak sabar untuk segera berada tepat didepan panggung, sing a long menyanyikan setiap bait liriknya sambil headbang dengan riff bluesnya. Tak pernah terbayangkan kerjadian ini akan kualami. Melihat eyehategod untuk pertama kalinya bisa mengobati rasa kesedihan mendalamku yang lain, karena diatas eyehategod masih ada satu band yang bagiku wajib ditonton sekali tetapi pada tahun 2017 mereka menyatakan untuk bubar. Band ini merupakan fenomena big band bagi dunia musik, bisa dibilang big bang sebab band ini adalah pioni heavy metal. Band ini bernama Black Sabbath. Eyehategod mengobati kesedihanku itu karena kiblat musik mereka mengarah ke Sabbath, semua band turunannya yang aku suka kebanyakan memang sangat menyembah Sabbath, mereka adalah paduan dalam bermusik yang mencetuskan terbentuknya genre seperti doom, stoner, dan sludge.
         Lagu favorit eyehategod banyak sekali, hamper semuanya aku suka. Namun ada beberapa yang paling sering aku dengar dan mainkan juga, yang pertama adalah Agitation! Propaganda! Lagu itu yang membuat aku dan band memilih bergenre sludge sama sepertinya, dan aku sering membawakan lagu tersebut ketika main. Kedua adalah Depress karena aku suka emosi serta ledakan setiap riff demi riff bergantian menghujam telingaku. Ketiga mungkin favorit semua orang juga, yaitu single New Orleans Is The New Vietnam, boleh dikatakan Jimmy Bower selaku gitaris dan penulis riff gitar ini diberi applause yang tak habis-habis. Dia bisa menciptakan image sludge dengan riff yang groovy, tidak terlalu kelam nuansanya, terlihat lebih mudah didengarkan. Menurutkan untuk kalian yang ingin masuk untuk mendalami music sludge, bab pertama bagi kalian yang ingin mendengarkan atau mencicipi sludge yang ringan, mungkin lagu ini bisa kalian dengarkan terlebih dahulu. Lagu ini seperti lagu Highway to hell nya ACDC atau 21st Century Digital Boynya Bad Religion, oh man! Lagu ini sangat fantastik!. Pertunjukan Eyehategod 23 November 2019 bertempat diIFI ini tak akan pernah kulupakan, usia mereka sudah uzur, jika diIndonesia mungkin terlihat tabu melihat band dengan personil tua dan memainkan musik yang tidak lazim. Tapi ya itulah Eyehategod. Melakukan rangkaian tur kebanyak kota dan tidak pernah letih untuk melakukan itu. Sebuah transfer energy yang sangat berguna untukku, dampaknya aku semakin bersemangat dalam bermusik. Fuck You EHG, Love You Guys!


Biasanya pada bulan Ramadhan atau menjelang tahun baru, semua brand pasti sedang sibuk-sibuknya. Soalnya pada momen tersebut mereka pasti bakal mengalami kenaikan dalam segi penjualan. Dua momen tersebut identik dengan belanja. Ya karena itulah pasti para buruh sedang merasakan momen “Peak Season”. Banyaknya konsumen yang harus dilayani oleh para shopkeeper atau lewat online seperti web dan marketplace. Dalam mempersiapkan momen tersebut pasti sebuah brand atau merk tertentu sudah menyiapkan pula stok barang yang lebih banyak dari biasanya, bisa kali dua atau 3 nya. Namun bagi seorang merchandiser, peak season tersebut dirasakan bukan pada saat bulan Ramadhan atau pas bulan Desembernya menjelang natal dan tahun baru, tetapi bisa lebih dulu 1 atau bahkan 2 bulan lebih cepat. Karena seorang merchandiser adalah orang yang mempersiapkan stok barang yang harus mencukupi permintaan barang dari pelanggan. Aku harus mengselaraskan kebutuhan pelanggan dengan stok yang mencukupi mereka.

Aku bekerja diGeoff Max, brand ini awalnya memang concern menjual satu buah kategori produk yaitu sepatu. Brand ini dikenal banyak orang adalah brand sepatu. Namun seiring berjalannya waktu, Geofff mulai berani memproduksi barang diluar sepatu, seperti tshirt, hoodie, kaos kaki, flannel hingga celana. Tahun 2019 bisa kita sebut non-footwear saja ya, produk selain sepatu pokoknya. Produk non-footwear sudah mengalami perkembangan kategorinya dan terlihat potensi dari penjualannya yang lumayan. Pada 2020 ini non-footwear semakin dipush penjualannya oleh marketing, dan mereka sudah memiliki target untuk barang non-footwear ini yang tidak main-main. Oleh owner Geoff aku sudah diwanti-wanti untuk lebih matang lagi persiapan semua kategorinya, jangan sampai ada yang telat rilis karena terkendala oleh produksi yang mengalami masalah.
Bulan Ramadhan kurang lebih 2 bulanan lagi, aku harus bisa mempersiapkan semuanya agar penjualan lancar dan memenuhi target perusahaan tahun ini. Aku memiliki target sendiri yaitu sales non-footwear ingin lebih berkontribusi seperti penjualan sepatu. Tidak mungkin sih untuk melampaui, setidaknya bisa mengimbangi dari segi kualitas dan produknya yang sangat layak untuk dijual.


                Cuaca dibandung akhir-akhir ini sangat tidak bisa diprediksi, kadang pagi sampai siang panas terus sore hingga malam terus-terusan hujan tiada henti. Atau langsung dari pagi hingga malam hujan terus menerus. Penyakit murahan namun rutin seperti batuk dan flu melanda teman-teman kerja, kampus hingga keluargaku. Penyakit seperti itu remeh sih, namun bila awet dan tidak ditangani dengan obat langsung akan menjadi semakin parah tentunya. Aku sendiri memang sering sekali mengalami batuk dan flu. Penyakit itu sangat mengganggu sekali aktifitas sehari-hari. Batuk-batukan dikala bekerja pasti mengganggu rekan kerjaku yang lain. Apalagi jika batuk tersebut berdahak.
                Aku menganggap bahwa ini memang fix karena cuaca yang tidak tentu. Dan aku sering pulang malam, angin malam yang sangat dingin pasti berpengaruh juga kepada kesehatanku. Maka dari itu aku setiap hari memakan outfit tebal, paduan kaos, flannel dan jaket adalah favoritku atau bisa kaos, jaket zipper dan jaket jeans. Setiap hari aku berpenampilan seperti itu. Membiasakan diri berpakaian seperti layaknya hidup diNorwegia hahahaha. Tak lupa jika berada dijalan membawa motor selalu memakai sarung tangan pada malam hari.
                Pengennya sih engga seribet ini untuk berpakaian sehari-hari, inginnya memakai kaos saja. Tapi cuaca sedang tidak ingin melihat koleksi kaosku, dia ingin selalu melihat koleksi pakaian hangatku. Jadi apa boleh buat jika memang kita harus terpaksa mengalami sebuah keadaan yang tidak bisa kita tolak. Kehendapak apapun akan rapuh dan membiasakan diri mengikuti sebuah jalan baru.

Saya bekerja diGeoff Max sudah 1 tahun lebih 6 bulan, dan merasakan menjadi seorang merchandiser baru 5 bulan. Sebelum saya pindah divisi ke Merchandiser, divisi saya adalah staff warehouse inbound, atau lebih jelasnya adalah bagian tahap dimana barang dari setiap vendor harus melewati proses QC, perhitungan jumlah fisik sesuai surat jalan dan menyimpannya ke atas rak sesuai nomor binlock masing-masing kategori. Saya tidak menyangka akan dipindahkan oleh atasan saya ke divisi ini. Sebab saya memang target bekerja disini awalnya hanya untuk satu tahun pengalaman diWarehouse saja. Namun Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik untukku, makanya aku sekarang masih bekerja diGeoff Max dengan berada pada divisi Merchandiser. 
Awal saya ditawarkan menjadi merchandiser, sempat bingung. Soalnya aku baru mengenal istilah itu. Sebelumnya sempat cuman hanya mengetahui istilah saja. Tidak mengetahui artinya dan beserta tugasnya apa saja. Supervisor saya waktu itu bilang agar aku mencoba saja, karena ini tawaran bagus, menunjang karir juga, dan pada saat itu Geoff memang sedah membutuhkan 1 orang tambahan pada divisi ini. Saat masuk bagian merchandiser saya diberi modul mengenai hal-hal yang berkaitan dengannya. Saya diberi 3 bulan masa percobaan untuk masuk merchandiser ini, partner sekaligus mentor saya waktu itu bernama Sandi. 2 Bulan pertama saya benar-benar belum menguasai semuanya. Tapi saat bulan terakhir masa percobaan saya lumayan bias sedikit inprove mengenai pekerjaan saya dalam merchandiser ini. Mulai lancar untuk PO barang, melihat kategori apa saja yang sudah harus diProduksi, review serta menganalisis beberapa kategori yang menjadi prioritas selanjutnya. Semua itu saya bias dapatkan dari pengalaman dan terus belajar sebenernya, serta kuakui dimerchandiser ini kita harus sering improve dan memiliki inisiatif tinggi dalam segala hal. Sering bertanya saat meeting, bukan bermaksud bawel, tetapi agar semua pekerjaan yang berkaitan dengan kita bias lancer dan paham dengan apa yang sedang dibahas dalam meeting tersebut.
Sekarang seorang merchandiser dibrand manapun pasti sedang sibuk-sibuknya untuk mempersiapkan stock bagi masa penjualan bulan Ramadhan. Berarti sekitar kurang kebih 2 bulan lagi menjelang puasa, stok haram hukummnya jika sedikit apalagi sampai habis. Karena puasa termasuk Peak Season maka demand pada sales periode bulan itu diprediksi akan naik beberapa kali lipat dari sebelumnya. Masuknya saya ke dunia merchandiser atau mudahnya bagian pengadaan/persiapan produksi banyak ilmu yg saya dapat selain ilmu tentang produksi saja. Selebihnya adalah ilmu seperti komunikasi, negosiasi dengan vendor serta analisis pada setiap artikel yang bagus penjualannya dan yang tidak. Merasakan sesuatu hal yang baru adalah masa-masa seseorang bias tumbuh menjadi manusia dewasa yang baru, baru karena ilmu yang dia miliki bertambah dan hal-hal yang dia asalnya tidak mampu menjadi mampu disebabkan proses belajar tersebut


                Nagasari adalah band yang membuatku bisa melakukan scream dan menjadikan ku vokalis tunggal. Band yang terbentuk 2015 akhir ini sejak awal memang sudah bergenre heavy metal, tapi itu bukan kita yang memilih. Tetapi pasa saat itu belum memiliki lagu sendiri dan kami sendiri jika ke studio sering membawakan lagu dari Black Sabbath. Kalo tidak salah, awal 2017 dimana aku menyadari band ku butuh vocal scream, bukan clean. Karena saat mempelajari Black Sabbath band yang kami sembah tentunya. Mereka memiliki keturunan lagi yang buatku genrenya keren banget karena bisa membuat lagu kemarahan diri sendiri, emosi terluapkan. Genre yang tidak terlalu dikenal ini bernama Sludge/Doom. Bila dipecah lagi aku menggabungkan 2 genre yaitu Sludge Metal dan Doom Metal. Sludge metal adalah dimana pertemuan riff Black Sabbath dengan music punk/crust punk. Beberapa orang ada yang bilang jika Sabbath dan Black Flag mempunyai anak, maka anak tersebut bergenre Sludge Metal. Band Sludge yang menjadi acuan bermusik adalah tentunya Eyehategod, Noothgrush, Meth Drinker. Satu genre yang lainnya adalah Doom Metal, sebetulnya Sabbath sendiri sudah mempresentasikan apa yang dinamakan Doom pada album pertama dan ketiga mereka. Untuk band bergenre Doom yang mempengaruhi adalah tentunya Sleep, Kylesa dan Thou.
                Saat itu setiap hari musik yang menemani hari-hariku adalah yang bergenre sludge/metal. Nah pada saat itu kami baru ngeuh bahwa aku harus bisa vocal scream sesuai kebutuhan band. Karena musik kami sudah bergenre seperti itu, nampak kurang bila tidak ditunjang vocal yang bisa buas untuk mengimbanginya. Yang bisa kulakukan pada saat itu adalah melihat video tutorial dan melihat band-band favoritku live untuk melihat cara mereka menyanyikan dengan vocal seperti itu. Butuh waktu satu tahun kurasa untuk aku menjadi bisa dan terdengar jelas liriknya bila kita menyanyikan dengan gaya scream. Pada 6 bulan awal memang aku sudah terbiasa dengan scream, cuman artikulasi nya masih kurang. Kalimat yang aku ucapkan tidak begitu terdengar jelas. Dan belum memperhatikan kesehatan serta pantangan yang harus dihindari agar bisa vocal seperti itu. Yang pertama adalah dari makanan dan minuman, makanan jangan sering mengkonsumsi yang berminyak dan kebanyakan micin. Untuk minuman lebih baik banyak minum air putih dan minuman untuk menghangatkan tenggorokan seperti jahe dan kunyit. Karena saat membawakan lagu dengan vocal scream itu membutuhkan tenaga, maka sebelum kita bermain diGigs, tubuh kita harus fit terlebih dahulu dan jangan terlalu banyak begadang. Paling itu yang aku sering lakukan agar menjaga vocal scream ini dengan stabil.
                Dengan berbagai macam usaha dan keinginan untuk bisa, hasil akhirnya adalah aku bisa mencapai apa yang aku inginkan. Walaupun semua yang aku dapat tidak instan, dan membutuhkan waktu yang lumayan. Namun semua proses itu tidak akan mengkhianati hasilnya. Kurasa proses seperti ini tidak hanya untuk mendapatkan vocal scream saja. Segala sesuatu yang kamu inginkan, jika kamu terus mengejar dan berusaha pasti cepat atau lambat akan kamu raih. Semua itu mungkin. Siapapun bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Tergantung usaha dan kesungguhan mereka untuk terus berada pada jalan menuju kesuksesan itu.


            Setelah saya cerita panjang dalam blog sebelumnya mengenai kesan bulan pertama dalam percepatan, sekuelnya pun rilis nih hehehe. Ya, aku akan menceritakan bagaimana perasaan dalam bulan keduaku. Setelah satu bulan yang padat itu kulalui dengan melelahkan, lalu hadirlah bulan kedua yg sama melelahkannya. Sebab pada bulan ini 2 matkul yang saya ambil adalah matkul prodi semua. Yang pertama adalah PR Writing & Journalism dan yg kedua adalah Media Production. Dua matkul itu sebetulnya seru sekali karena memang ilmu-ilmunya memang saya harapkan untuk dipelajari dan diaplikasikan. Tapi selain karena ilmu dan pelajarannya yang saya sukai, ada hal lain yang membuat sedikit menghela nafas. Yaitu adalah tugasnya yang sangat sangat banyak. Wkwkwkwk.
        Tugas dari masing-masing matkul itu memang bukan main sih, dan deadlinenya yg sangat mepet. Bisa aja sebenernya, aku engga protes dengan semua tugas-tugas itu, cuman tolong kasih aku kekuatan untuk menghadapinya Ya TuhanL. Tugas dari PR Writing yaitu ada 3, pertama membuat press release sesuaikan dengan tempat kerja masing-masing, kedua adalah membuat sebuah advertorial sesuai tempat kerja dan yang terakhir ada tugas yang sangat berpengaruh bagi nilai yaitu membuat 14 Cerita dalam waktu 14 hari dan harus diupload ke blog masing-masing. Wohoooo semangat kawan. Matkul yang lainnya yaitu Media Production memiliki tugas yang sama membuat ribet juga sihh, yang pertama membuat sebuah iklan tentang kampus LP3I dan yang kedua adalah membuat sebuah majalah sebagus mungkin dengan konten yang bebas sesuai kesukaan masing-masing. Setelah diberi tugas sebanyak itu aku harus bisa memanage waktu seefisien mungkin dan harus membuat prioritas tugas sesuai deadlinenya. Karena aku adalah mahasiswa kelas karyawan, jadi semua itu adalah tantangan yang harus dilalui.
            Sekarang tanggal 19 Februari dan saat menulis blog ini, aku baru menyelesaikan 7 cerita/blog, masih ada pr 7 lagi membuat blog dengan sesuai yang kita alami, rasakan dan lihat. Aku harus lebih peka dengan semua kejadian-kejadian yang hadir kepadaku, soalnya itulah cerita yang aku tulis nantinya pada tugas tersebut. Tugas Advetorial belum sama sekaliku sentuh, huft. Dan pada matkul lainnya tugasnya hanya tinggal membuat majalah saja, aku belum mengeerjakan sih, tetapi setidaknya aku sudah memiliki konten da nisi apa saja yang akan saya tampilkan pada majalah saya. PR-nya hanya tinggal mencari referensi layoutnya saja. Sekitar 1 mingguan lagi bulan keduaku dalam percepatan beres, dan tugasku masih ada 3 lagi yang menunggu. Kuharap minggu ini semua tugas tersebut beres sih. Agar minggu depan aku hanya akan focus untuk menghadapi UASnya saja. Memang melelahkan mengambil percepatan seperti ini, ditambah kalian pagi sampai sorenya mempunyai kewajiban lain ialah bekerja. Namun menurutku itulah momen dimana kita bisa melakukan effort sesuai yang kita inginkan, kita harus berusaha, bersungguh-sungguh dan menikmati setiap prosesnya. Karena pada akhirnya nanti kalian akan mengingat momen percepatan yang hectic ini dengan bangga. Kalian pasti akan bersyukur bisa menyelesaikan itu semua dengan kekuatan yang kalian miliki.

                Jadi pada blog ini aku akan menceritakan bagaimana perasaan setelah mengikutin percepatan diKampus LP3I, serta menceritakan alasan kenapa memilih mengikuti percepatan dan apa pengaruh terhadap kehidupan sehari-hariku. Awalnya sih memang aku sempat tidak terpikirkan untuk ikut percepatan ini, ohiya bagi yang belum tahu apa yg dimaksud “percepatan”, aku akan jelaskan kepada kalian. Dalam kelas karyawan kalian akan mendapatkan 1 mata kuliah/bulan, dan terdapat 2 pilihan jadwal yaitu senin-selasa dan rabu-kamis, aku sebelum percepatan memilih jadwal rabu-kamis sebab aku pikir jika mengambil jadwal yang hari senin pasti ribet banget deh hahahaha. Nah itukan untuk jadwal normalnya, sekarang jika kalian mengikuti percepatan, maka yang asalnya kalian mendapatkan 1 matkul dalam sebulan akan ditambah 1 matkul lain, atau secara harfiah kalian mendapatkan 2 matkul dalam sebulan. Jadwalnya tentu saja senin-selasa dan rabu-kamis. Udah tau kan apa yang dimaksud percepatan? Hehehe. Lanjut ke cerita lagi, aku memang sempat tidak ingin mengikuti percepatan, karena pasti hectic banget tuh dari tugasnya belum lagi ditempat aku kerja pasti ada PR juga.
                Namun entah bagaimana ceritanya, saat bulan Desember 2019 aku berpikir jika aku mengikuti percepatan bakal mempercepat penyelesaian periode kuliahku ini. Faktor itu yang pertama buat aku sedikit ingin berpotensi mengambil percapatan. Sebelum aku menemui Dosen PA, aku ingin memastikan dan memberi kabar ke HRD serta atasanku bahwa aku ingin mengikuti percepatan dikampus, apakah bisa? Yang berdampak senin sampai kamis aku pasti stuck pulang sekitaran jam 5, tapi jika ada meeting yang benar benar urgent mau tidak mau aku harus menyempatkan waktuku dulu, setelah aku berverita mengenai niatku untuk mempercepat penyelesaian masa kuliah ini, maka keinginan aku diAproved oleh kantor. Oke satu persatu sudah terbuka jalannya, dan sekarang paling aku hanya tinggal mengobrol dengan Dosen PA-ku sendiri. Dan hasilnya aku dibolehkan. Januari 2020 adalah awal dimana aku akan merasakan bagaimana kuliah selama 4 malam berturut-turut. Yang aku pikirkan sebelum merasakan kuliah percepatan adalah yang pastinya harus jaga kesehatan, kalo cape itu pasti banget, dan harus siap banget sama yang namanya tugas. Matkul pada bulan Januari adalah PR Event dan Bahasa Indonesia, kupikir ini tidak akan terlalu sulit, karena yang satu matkul prodi dan lainnya adalah umum. Tak disangka ternyata tugas UAS untuk PR Event adalah membuat sebuah event dan kita sekelas harus mempersiapkan itu dalam waktu sebulan, wow. Aku sempat tidak ngeuh dengan matkul ini, padahal sudah jelas dalam namanya terdapat kata “Event” hahahaha. Apa boleh buat, bulan pertamaku saja ini sudah hectic tugasnya, dan untuk tugas Bahasa Indonesia emm tidak terlalu buruk sih, hanya membuat sebuah karya ilmiah saja. Raja terakhir dalam matkul bulan ini adalah membuat sebuah event umum, huft.
                Hari demi hari berlalu dan persiapan untuk event lumayan semakin matang, mulai dari promosi secara langsung dan lewat media sosial dilakukan agar mendapatkan peserta, karena kebetulan kami membuat sebuah event yaitu fashion show busana anak. Ya target kami adalah ibu-ibu, tepat. Dalam satu kelas dibagi beberapa kelompok, ada yang memang mengurus sponsor, promosi event dan ada yang membuat rundown serta mempersiapkan acaranya. Event kami digelar pada 2 Februari 2020. H-6 menjelang event semua panitia waswas sekaligus tidak sabar menghadapi event, karena semua ingin hal ini cepat berakhir. 6 Hari berlalu akhirnya hari ini event yang kami buat digelar pada siang hari, semua panitia mulai sibuk mempersiapkan semuanya, masing masing sibuk dan saling membantu. Semua berharap event ini berjalan sesuai yang kita harapkan. Pukul 12.00 tepat, artinya pendaftaran ulang telah ditutup. Seluruh peserta sudah memenuhi kursi yang telah disediakan, 15 menit lagi acara dimulai dan MC sudah bersiap-siap akan menaiki panggung dan membuka acara. Kami semua panitia berkumpul terlebih dahulu dan berdoa bersama demi kelancaran event ini. Brifing serta doa pun selesai, maka dimulailah event fashion show busana anak ini. Semua panitia menikmati berjalannya event ini, dan para peserta pun nampak antusias mengikuti rangkaian acaranya. 5 Jam pun berlalu begitu cepat, acara kami sudah selesai. Teman teman pun sangat terlihat gembira, sebab matkul ini yang membuat pikiran serta fisik kita terkuras tenaganya. Memang event kami tidak terlalu mewah, namun dalam upaya membuat dalam waktu sebulan, kami cukup puas dan bangga. Merasakan lelahnya perjalanan 1 bulan pertamaku merupakan masih pembukaan dalam perjalananku ini. Semoga untuk menatap bulan-bulan berikutnya akupun diberi kelancaran dan juga kesehatan.


      Okey jadi ini adalah pengalamanku tentang liburan ditempat kerjaku. Semua orang dikantor setiap hari sangat antusias sekali membicarakan liburan ini, sejak bulan januari obrolan tentang liburan selalu saja ada setiap bahasan. Padahal liburan tersebut masih 1 bulan lagi atau tepatnya pada tanggal 3 Februari. Aku sih mendengar berita liburan ditempat kerja emmm gimana ya? Seneng sih cuman engga seantusias mereka, soalnya mereka liburan itu tepat hari senin dan aku kan ada jadwal kuliah juga. Dan ada faktor lainnya juga sih. Jadi H-6 sebelum pergi liburan itu temen-temen kantor ngajak aku supaya ikut tapi aku bilang “Gimana ya, bukannya gamau ikut cuman aku kalo hari senin kan kuliah.” Alasan itu aku terus pakai saat satu persatu temanku ngebujuk dan menanyakan alasan kenapa gaakan ikut. Hari jumat pun tiba, para panitia mulai mengecek satu persatu karyawan mengenai kendaraan apa yang akan mereka bawa. Semua orang dikantor pada ikut kecuali aku dan satu temanku lagi bernama Asep, alasan dia ngga ikut karena ada keperluan keluarga.
         Hari senin pun tiba, sambil sarapan aku cek media sosial dan status teman-teman kantorku yang pergi berlibur, aku lihat mereka berangkat ke sukabumi pada jam 3 subuh. “Hati-hati bro! Semoga selamat sampai tujuan.” Ucapku dalam hati. Aku sampai dikantor pukul 8 kurang 5 menit, dan.. ya sepi banget. Temenku si Asep baru ngechat kalo dia gaakan masuk soalnya mau check up, waduh seriusan nih kerja sendirian? Beberapa menit berselang datang salah satu temanku yg lain dari warehouse seorang enginer yang ternyata emang mulai hari senin dia kerjanya dikantor. “Oh syukurlah masih ada teman untuk diajak ngobrol.” Mereka pulang dari Sukabumi rencananya pada selasa siang, dan sampai Bandung kirakira pukul 9 malam. Berarti akan terjadi 2 hari dimana kantor terasa sunyi.
     Waktu sangat terasa sekali jika dilalui tidak bersama teman-teman, tetapi apa boleh buat, waktunya memang tidak pas untukku. Bentrok dengan jadwal kuliah. Tapi tidak terlalu buruk, aku masih bisa melakukan kewajibanku yaitu sebuah pekerjaan dikantor dan bisa menerima pelajaran dari dosen malam nanti.

         Pertengahan tahun 2019 adalah pertama kalinya saya menuju dan akan meresakan skena hardcore/punk. Aku identic dengan skena punk itu sendiri, namun bila skena hardcore aku masih awam sekali. Aku tahu hardcore emang sejak dari SMP, namun belum memiliki ketertarikan pada saat itu. Aku memiliku ketertarikan genre lain yaitu kepada heavy metal beserta turunannya hingga saat ini. Ada yang membuatku sedikit familiar untuk masuk skena hardcore sih, ada beberapa kelompok hardcore yang memang benar-benar bermusik tanpa merusak dirinya sendiri. Hmm… kalian paham maksudku? Okelah mungkin bukan rahasia lagi jika skena underground seperti punk pasti kebanyakan dari mereka bermusik dengan mengkonsumsi alcohol dan yang paling mainstreamnya adalah merokok. Aku sendiri sebenrnya tidak masalah dengan hal tersebut, aku bahkan memiliki teman yang 99% adalah peminum. Namun diskena hardcore ini ada istilah Straight Edge, istilah itu adalah dimana beberapa orang atau sekelompok orang bermusik hardcore dengan sama sekali mengkonsumsi hal-hal seperti itu dengan alasan menjaga kesehatan. Kelompok ini meyakini bahwa mengkonsumsi hal tersebut adalah merusak kesehatan,  dan aksi yang dilakukan kelompok ini adalah menjauhi hal tersebut. Ternyata ada yang match dari kehidupanku dengan skena ini.
                Walau berdiri sejak pertengahan 2019, band keduaku ini sangat rajin membuat lagu. Namun pada saat itu masih belum menemukan bassis. Saat itu personil masih bertiga, aku gitar, Viqri pada drum dan Hanas pada vocal. Dan saat itu Band kita sementara bernama Strike! Strike! Strike!. Aku tidak terlalu ingat apa alasan si Hanas menamainya seperti itu. Sempat vakum sementara pada November dan Desember awal 2019, sebab aku memiliki rangkaian tur dari band yang pertama. Mau tidak mau band hardcore ini dikatakan aktif lagi setelah tur ku selesai. Pada saat itu kami sempat mempunyai beberapa opsi pilhan untuk menduduki titel bassis pada band ini. Seiring bergulirnya waktu, kami fix mendapatkan bassis pertama kami yaitu Obing, Temannya si Hanas yang asalnya pernah punya band bareng bernama Bankshot. Personil sudah kumplit, setiap minggu kami getol untuk brifing dan pergi latihan mematangkan materi. Karena tujuan kami waktu itu adalah membuat EP atau mini album terlebih dahulu. 4 Lagu telah selesai urutan dari track 1 sampai 4 berjudul, Itu Bukan Depresi, Itu Kapitalisme, Sabda Profan Single Drop Tebar Sompral, Jungkir Balik Fatalistik, Dan yang terakhir berjudul Exorcist. Untuk judul dan lagu sendiri itu sebagian besar dibuat oleh Hanas, karena memang Hanas lah yang mengajakku untuk bergabung pada band ini. Aku berkontribusi pada bagian menulis lagu saja dan ide-ide seperti gimik dan promosinya itu kumpulan ide bareng-bareng.
                Sepakat band kami pada saat itu bernama Single Drop. Band ini terinfluence oleh hardcore oldschool yang memiliki riff riff powerful dan catchy. Refused, Tunrstile, Downset hingga band thrash metal Power Trip dan Exodus adalah acuan kami dalam membuat musik. Desember 2019 akhir kami berniat untuk memulai melakukan rekaman untuk EP, niatnya sih pertengahan 2020 EP kami bisa segera rilis. Jadi progress pada saat itu aku baru menyelesaikan take gitar saja untuk 4 lagu ini. Selanjutnya kami harus mengatur ulang jadwal lagi untuk take bass, drum hingga vocal. Sempat ada tawaran bermain diGigs bernama Los Covos, bertempat diUnpas setiabudhi pada tanggal 7 Februari 2020. Namun sayang sekali, nama kami hanya numpang diFlyer saja, kami tidak jadi bermain. Karena drummer kami yang bernama Viqri harus pergi ke Bali. Aku merasakan hal berbeda dengan bandku sebelumnya, bandku ini mungkin pertama kalinya aku harus langsung siap dengan segala timeline yang dibuat oleh kami bersama demi kemajuan band ini. Dan hal lain yang aku rasakan adalah bagaimana rumitnya menjadi gitaris hardcore yang dalam satu lagu memiliki banyak part dan aksen setiap bagian lagunya, entah direpeat menjadi lebih pelan atau bahkan dikombinasikan dengan riff lainnya. Hal terakhir yang aku sukasaat memainkan musik ini adalah saat Breakdown. Aku menikmati dengan dua bandku ini, hobi yang bisa membuang semua penat. Bisa bersenang-senang dengan teman saat latihan dan bertemu teman baru diGigs adalah keunikan mempunyai band, tentu band underground. Yang segala sesuatunya kita bisa tentukan sendiri, aku tidak perlu pasar atau laguku harus diatur seperti band-band yang memiliki record label super terkenal. Aku bisa membuat apa yang aku mau, makna kebebasan berekpresi didapat saat aku ngeband. Aku harap bisa merasakan ini sampai tua nanti.